Senin, 19 November 2012

pratikkum sederhana



PRAKTIKUM SEDERHANA
Kimia dalam kehdupan sehari-hari
  
REAKSI ANTARA CANGKANG TELUR DAN ASAM CUKA




A.  Tujuan   : mengamati reaksi kimia antara cangkang telur dan asam cuka

        B.  Dasar Teori :   Kulit telur mengandung kalsium karbonat (CaCO3 ). Saat cangkang telur direndam didalam air cuka, kalsium karbonat bereaksi dengan air cuka membentuk garam kalsium karbonat larut sehingga yang tersisa adalah protein pengikat yang elastis karena kulit telur rentan terhadap asam cuka, seperti yang kita tahu jika asam dapat merusak suatu benda dan merubah ketebalannya. Jadi asam cuka ini merombak kalsium dikulit telur dan melunakkannya, sehingga bagian kulit telur yang cukup lama terkena asam cuka akan melembek.
                                            Karena cuka dikategorikan dalam zat-zat asam, berarti cuka memiliki kemampuan untuk merusak beberapa zat seperti, kalsium yaitu komponen utama penyusun kulit telur. Kulit telur sebagian besar terbuat dari kalsium karbonat, dengan menggunakan asam maka kulit ini larut, tidak hanya dengan asam cuka tetapi dengan HCL atau H2SO4 pun ini bisa terjadi.
C.  Alat dan bahan     : Gelas kimia, pengaduk, telur rebus, asam cuka
D. Langkah-langkah :
1. Masukkan telur rebus ke dalam gelas kimia
2. Tuangkan larutan asam cuka  ke dalam gelas kimia hingga terendam
3. Amati apa yang terjadi pada telur setelah beberapa saat !



E.  Kesimpulan  :
 
     Telur mengapung ke permukaan disertai gelembung udara dan telur kembali ke dasar. Telur kembali mengapung ke permukaan beberapa detik kemudian kembali ke dasar. Telur mengapung ke permukaan kembali, berputar-putar dan kembali ke dasar. Telur mengapung ke permukaan dan kembali ke dasar. Gelembug-gelembung udara yang keluar dari kulit telur secara terus menerus menandakan kalsium yang terkandung di dalam kulit telur mengelupas menjadi garam yang telah larut oleh air cuka. Kulit telur mulai melunak.
      Air cuka berpengaruh terhadap kelunakan serta keringanan kulit telur ayam. Dan semakin banyak air



PEWARNAAN PADA CANGKANG TELUR


A.  Tujuan                  : Untuk menentukan apakah cuka diperlukan dalam mewarnai      kulit telur
B.  Alat dan bahan     : Gelas kimia, pengaduk, telur rebus, air, pewarna makanan, asam cuka 
 C.  Langkah-langkah :
1. Isi gelas kimia besar dengan 500 ml air, tambahkan 1 sendok teh pewarna makanan dan aduk sampai rata.
2  Tuangkan air berwarna tersebut ke dalam 2 gelas kimia yang lebih kecil sama banyak.
3. Tuangkan 10 ml cuka ke dalam salah satu gelas kimia tersebut dan beri label “dengan cuka” dan gelas kimia yang lain (tanpa cuka) beri label “tanpa cuka”
4. Masukan satu telur pada masing-masing gelas ! biarkan beberapa menit !
5.  Angkat telur dan letakkan di atas tissue, jangan keringkan telur dengan kertas tissue ! tetapi biarkan mengering dengan sendirinya.
6.  Amati warna pada masing-masing telur !
D. Kesimpulan  :
Terdapat perbedaan dari telur yang disimpan pada gelas kimia yang berisi cuka dengan  telur yang disimpan pada gelas yang tidak berisi cuka. Telur yang dicelup dalam larutan yang mengandung cuka mempunyai warna lebih tua daripada telur yang dicelup dalam larutan pewarna tanpa cuka.
Untuk mewarna sebuah benda, molekul-molekul pewarna harus menempel pada permukaan benda. Dalam percobaan ini, pewarna tertarik pada kulit telur karena ada perbedaan muatan listrik antara molekul pewarna dan muatan listrik molekul di luar kulit telur. Cuka (asam asetat dan air) bereaksi dengan lapisan molekul protein yang menutupi permukaan kulit telur sehingga permukaan mejadi bermuatan positif dan menarik molekul-molekul pewarna yang bermuatan negatif. Beberapa molekul masuk dalam sela-sela kulit. Jadi, telur dalam larutan tanpa cuka memiliki sedikit warna


Percobaan kimia sederhana dengan bahan-bahan sehari-hari
Bahan dan alat-alat yang diperlukan :
      Membuat sendiri kertas lakmus
·         ½ cangkir buah bit
·         Pita-pita kertas dari karton putih
·         Mangkuk kecil
·         Garpu
·         Air
·         Sendok teh
·         Serbet kertas atau tissu
Langkah percobaan :

Lumatkan buah bit dengan garpu sambil ditambahkan sedikit air untuk mengencerkan selai tersebut. Sampai  seperti jus. Setelah itu celupkan pita kertas kedalam jus bit, lalu ratakan lapisan jus dengan menggunakan sendok pada permukaan pita. Kemudian selipkan pita diantara ibu jari dan telunjuk lalu tarik supaya jus bit yang berlebihan terbuang, lalu taruh pita pada serbet kertas hingga kering, kemudian lepaskan butir2 besar bit atau kulit buah bit yang menempel pada pita (bila ada).
Ket: lakmus bit ungu hitam ini akan berubah warna merah jambu didalam asam dan menjadi ungu tua dalam persenyawaan alkali atau basa. Lakmus bit ungu berubah menjadi ungu kemerahan dalam asam yang menjadi ungu kebiruan muda dalam basa.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar